News Update :

Profil Kandidat Wakil Ketua Umum PII 2015-2018 dari BKM-PII, Dr. Ir. Budhi Muliawan Suyitno, IPM

PEMBIBITAN DEPHUB

Budhi M Suyitno tercatat sebagai pegawai Departemen Perhubungan sejak dari Golongan 2B sewaktu masih duduk dibangku kuliah Jurusan Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (ITB) meniti karir sebagai Profesional Penerbangan sampai sekarang dan terakhir pangkat PNS Gol 4 E. Ia salah satu mahasiswa yang berhasil direkrut oleh Departemen Perhubungan melalui jalur Pembibitan.

BEASISWA DI PERGURUAN TINGGI PENERBANGAN PERANCIS

Karya siswa ke Perancis, mengambi Jurusan Kelelahan Material & Struktur, menemukan Rumus perambatan retak pada material pesawat terbang. Karyanya bersama Petit.J dan Chalant.G, sampai sekarang dipakai banyak Ilmuwan dalam perhitungan kecepatan penjalaran retak kerusakan struktur pesawat terbang dalam masa operasi dan pemeliharaan terhadap pengaruh kelembaban, iklim, dan cuaca tempat pesawat tersebut beroperasi. Jurusan yang ditekuni cocok dengan apa yang diperlukan oleh Departemen Perhubungan yaitu PENERBANGAN. Dedikasinya terhadap Penerbangan ditekuni sampai pendidikan lanjutnya S2 dan S3 yang didapatkan di negara Perancis, negarä pusat pendidikan Penerbangan bahkan merupakan pusat Industri pesawat terbang dunia. Spesialisasi yang ditekuni adalah Fatigue atau Kelelahan Material & Struktur yang sangat bermanfaat bagi analisa kelelahan struktur pesawat terbang yang dibutuhkan oleh negara Indonesia dengan populasi pesawat terbang usia lanjut (Ageing Aircraft) yang demikian banyak.

INSPECTOR PESAWAT TERBANG

Karirnya melejit semenjak ia sebagai Yunior Inspector diberi tugas menganalisa sebuah Helicopter yang barusaja mendarat tiba tiba dilandasan. Dari analisa perhitungan dan pengamatan yang ia lakukan ia simpulkan bahwa Helicopter tersebut baru saja mengalami “Hard Landing” sehingga harus digrounded dan diperbaiki secara menyeluruh, namun ia dilecehkan oleh para seniornya yang mengatakan itu peristiwa biasa sehingga Helicopter boleh terbang kembali. Walhasil tidak mencapai hitungan seminggu Helicopter tersebut jatuh betulan. Saat itulah Budhi mulai dilirik punya potensi analisa yang tajam, namun juga memenjadi awal sikap iri seniornya di Penerbangan. Rampcheck terhadap Pesawat terbang yang beroperasi merupakan target pengawasan yang sangat sering ia adakan, karena menurut pendapatnya pengecekan random membuat seluruh crew dan mechanic selalu ready untuk memberikan service excellence terhadap penerbangan.

CORRECTIVE ACTION

Berbekal dari dua sudut pandang berbeda ini Budhi tetap istiqomah dengan karakter dan pendiriannya sehingga kontroversi selalu mengiringi terobosannya, ketika seluruh insan Penerbangan mengelukan pesawat terbang CN 235 produksi Nurtanio waktu itu, ia mensuport keberhasilan karya Habibie dkk dari sisi lain yaitu sisi Evaluasi yang memang diperlukan namun tidak beken karena berlawanan dari Gelombang kebanyakan orang. Ia sempat tidak populer tetapi sangat dibutuhkan oleh pengembangan sebuah produk dirgantara. Menurutnya produk dirgantara harus didisain, dibuat, dioperasikan, dan dipelihara secara High Profil, maksudnya menjunjung tinggi kaidah kebenaran akademis, kejujuran ilmiah, dan tidak mentolerir adanya kompromi dalam mengevaluasi pesawat terbang. Sebagai Direktur Sertifikasi & Kelaikan Udara (DSKU) melalui temuan kerusakan bagian   tertentu  yang  repetitif   yang dilaporkan   dalam   Service  Dificulty   Report  (SDR),   ia menemukan kerusan material pada sejumlah Torque Tube produk pesawat CN 235, segera ia mengeluarkan Advisory  Circular dan Aircraft Directive mengganti torque tube seluruh pesawat CN 235 sebagai tindakan preventive untuk mencegah kecelakaan secara dini.

SERTIFIKASI CN 235 -110 INDONESIA & JAA
Pada proses sertifikasi CN 235 -110 sebagai Direktur Sertifikasi Dan Kelaikan Udara ditunjuk sebagai penanggungjawab upaya perolehan Type Certificate dari beberapa Negara Eropa dan berhasil mengegolkan proses sertifikasi sehingga pesawat Produk IPTN ini bisa dijual keseluruh penjuru dunia sampai sekarang . Pengakuan Sertifikasi didapat selain dari Pemerintah Indonesia sendiri juga dari seluruh negara Eropa yang tergabung dalam Joint Airworthiness Authorities (JAA), serta dari 23 Negara Eropa Barat.

Dalam proses Sertifikasi N 250 ia menemukan ribuan unconformed item pada pesawat yang diproduksi secara tergesa gesa, sehingga ia bilang Pesawat tersebut sangat sulit untuk mendapatkan sertifikasi mengingat banyak ketidakkonsistenan part serta historitical produknya. Walhasil tidak satu negarapun memberikan pengakuan terhadap produk tersebut, termasuk Amerika sendiri yang direncanakan akan memberikan Sertifikasinya. Dengan sikap tegasnya ini ia sering dipojokkan namun inilah warna yang ia pertahankan sampai sekarang demi menjaga kebenaran didunia Penerbangan.

STCW 97

Selama menjabat sebagai Sekretaris Badan Diklat Perhubungan telah berhasil meningkatkan Standar Pendidikan Kepelautan Perhubungan dalam taraf Internasional, sehingga seluruh Sertifikat Kepelautan Indonesia dapat diputihkan. Prestasi ini sangat bermanfaat bagi 600.000 pelaut Indonesia yang tersebar diseluruh dunia yang waktu itu terancam akan digrounded dari seluruh kapal Dunia.

INSPEKTUR JENDERAL

Ia sempat menjabat sebagai Menteri Perhubungan sewaktu pemerintahan Abdulrahman Wahid, Pada pemerintahan SBY, ia menempati posisi Inspektorat Jenderal selama 2 tahun berhasil menggalakkan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi di Departemen Perhubungan dengan 10 Diktumnya, sehingga pengumpulan LHKPN Personel Perhubungan meningkat drastis

DIRJEN PERHUBUNGAN UDARA

Setelah beruntunnya kecelakaan pesawat pada pergantian tahun 2006/2007 ia dipercaya sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Sesaat selesai pelantikan Budhi langsung mengajak para Inspektor pesawatnya dan terjun ke Lapangan untuk mengadakan Ramp Check pesawat. Keesokan harinya ia canangkan semboyan dan tekad  3 S + 1 C yaitu Safety, Security, Services through Compliance. Pada saat ini kembali ia menertibkan penerbangan Indonesia yang jatuh dititik Nadir, dengan mengeluarkan pil pahit bagi penerbangan yang sedang sakit, yaitu Kategorisasi Airline Indonesia dengan parameter Kepatuhan Compliance terhadap Peraturan. Airline  atau  fihak  fihak  yang  jauh  dari  kepatuhan  regulasi  tidak nyaman dengan kategorisasi ini berusaha mengacaukan konsepnya dengan memelintir definisi Kategorisasi.

Untuk mereformasi dan menertibkan dunia penerbangan Indonesia ia membuat konsep yang terkenal dengan sebutan strategi 5 pilar penegakan penerbangan yaitu: Reformasi Regulasi, Restrukturisasi dengan Tata pemerintahan yg baik, Peningkatan keselamatan Operasi mengacu pada aturan ICAO, investasi bagi SDM yang mempunyai performansi baik dengan peningkatan kapabilitas, meningkatkan standar pelayanan, percepatan dalam implementasi teknologi.

Reformasi Regulasi, mulai dari penyempurnaan KM sampai UU no 1 2009 tentang Penerbangan yang merupakan rangkuman komprehensif dari perbaikan yang ditunggu-tunggu masyarakat penerbangan Internasional terhadap kemajuan Penerbangan Indonesia yang cukup significant.

Dalam kurun kepemimpinannya sebagai Dirjen Perhubungan Udara Asuransi Jasa Raharja sama sekali tidak mengeluarkan santunan untuk korban kecelakaan udara, yang menurut Sekjen INACA Tengku Burhanuddin ini berarti keselamatan penerbangan Civil di Indonesia sudah sangat bagus.

KOMISARIS UTAMA PT KAI

Memperbaiki MANAJEMEN PT  KAI  meningkatkan Services dan  penyempurnaan  Fasilitas
Perkeretapian Indonesia.

REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA (ITI)

Sebagai wakil PII (Persatuan Insinyur Indonesia) ditugaskan untuk mempertahankan ITI dari kejatuhan), Tanggung jawab untuk Penyelamatan ITI yang sudah siap collapse, ia menata total manajemen ITI mengingat jabatan ketua Pengurus Yayasan juga ditangannya (CeO merangkap Rektor). Dari  otoritas  yang  dipercayakan padanya  ia  berhasil  memimpin  ITI keluar dari kemelut dan sat ini ITI tumbuh pesat.

DEWAN RISET NASIONAL (DRN)
Sebagai anggota antara 2004-2007, aktif memperbaharui dan mengaplikasikan temuan riset para pakar Indonesia yang bermanfaat bagi aplikasi tepat untuk mencari solusi bersama sama para Ilmuwan Indonesia aktif mengadakan beberapa diskusi yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan riset untuk mendukung Industri dan Teknologi Indonesia.

SEKJEN AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (AIPI)
Sejak Oktober 2002 melalui Sidang Paripurna AIPI, disyahkan menjadi anggota Komisi Ilmu Rekayasa (KIR) AIPI, dan pada tahun 2003 ditunjuk melalui Sidang Paripurna AIPI menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen). Sidang Paripurna di Makassar tahun 2007 memperpanjang jabatan Sekjen untuk periode berikutnya sampai dengan 2012. Di Lombok siding Paripurna sepakat untuk memperpanjang jabatan Sekjen AIPI satu periode lagi sampai 2017.

KOMITE AKREDITASI NASIONAL (KAN)
Antara tahun 1997-2000 ditunjuk menjadi anggota Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai representative organisasi profesi Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

ORGANISASI PROFESI

Dalam organisasi profesi dan organisasi kemasayarakatan lainnya, Budhi M Suyitno aktif sebagai pengurus dan menghadiri berbagai kegiatan organisasi baik nasional maupun internasional. Semenjak sebagai mahasiswa telah aktif berorganisasi antara lain sebagai Senator Majelis Pemusyawaratan Mahasiswi ITB, dan Sekretaris Dewan Mahasiswa ITB. Budhi juga pernah aktif di Masyarakat Transportasi Indonesia, (MTI) sebagai Ketua Bidang Diklat, dan di Badan Akreditasi Nasional, sebagai Anggota Dewan Pengarah.

Di Persatuan Insinyur Indonesia, Budhi M Suyitno juga aktif sebagai pengurus PII semenjak tahun 1994, sebagai Ketua Bidang SDM, dan di tahun 1999 pernah sebagai Ketua Pengurus Pusat PII. Sampai saat ini Budhi M Suyitno masih aktif di kepengurusan PII sebagai anggota Dewan Insinyur, dan sebagai anggota Majelis Kehormatan Insinyur (MKI).

Di Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia, Budhi M Suyitno tercatat sebagai Anggota Majelis Penilai Insinyur Profesional sejak 1997 sampai sekarang, dan selama dua periode kepengurusan (2008-2011 dan 2011-2014) menjabat sebagai Ketua Umum Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM-PII).

DOSEN PERGURUAN TINGGI TEKNIK

Selain kesibukan dan aktifitas yang begitu banyak, Budhi M Suyitno, juga aktif sebagai Dosen di Universitas Pancasila semenjak tahun 1977 sampai sekarang. Saat ini Budhi M Suyitno menjabat sebagai Ketua Program Studi Pasca Sarjana Teknik Mesin Universitas Pancasila. Selain di Universitas Pancasila juga pernah sebagai dosen di Universitas Suryadarma tahun
1989 – 1991.

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Badan Kejuruan Mesin 1976 -2016 | Design by Dewa Yuniardi | Published by Borneo Templates | Powered by Persatuan Insinyur Indonesia.