News Update :

Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) dan Peringatan HUT ke-63 PII (Persatuan Insinyur Indonesia)

#LiveStreaming Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) dan Peringatan HUT ke-63 PII (Persatuan Insinyur Indonesia)

Hotel Shangri-La, Jakarta, 23 Mei 2015

#LiveStreaming Kongres Luar Biasa (KLB), Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) dan Peringatan HUT ke-63 PII (Persatuan Insinyur Indonesia)

Hotel Shangri-La, Jakarta, 22 Mei 2015



SAMBUTAN KETUM


Menyambut ‘Era Insinyur Indonesia’

Assalamu‘alaikum warahmatullohi wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia dan berkah Nya sehingga kita semua diberikan kesempatan untuk mempersiapkan Kongres Luar Biasa dan Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2015, yang akan segera diselenggarakan.

Kongres Luar Biasa (KLB) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII kali ini diselenggarakan disaat negeri kita tengah memulai upaya besar dalam hal pengembangan sektor industri dan pembangunan infrastruktur nasional. Berbagai langkah awal telah diinisiasi Pemerintah, termasuk memetakan potensi industri dan kebutuhan infrastuktur strategis disetiap propinsi, melakukan kajian tentang ketersediaan dan kebutuhan sumberdaya, menata regulasi, dan memulai persiapan pembentukan bank infrastruktur yang akan menjadi kunci pembiayaan yang selama ini tidak optimal.
Termasuk dalam upaya tersebut adalah disahkannya Undang-undang no 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran oleh DPR RI tahun lalu, yang menjadi pijakan hukum utama bagi seluruh kegiatan iptek dan engineering di negeri kita.

Kita patut berbangga bahwa PII telah, sedang dan akan terus berkontribusi secara signifikan dalam seluruh proses dan upaya besar pembangunan sektor industri dan infrastruktur nasional yang saya sampaikan diatas. Secara nyata, saat ini kita bertindak sebagai partner kerja Pemerintah Pusat dalam merancang langkah-langkah strategis yang diperlukan bangsa ini, demi kemajuan industri dan kesejahteraan ekonomi nasional.

PII telah pula menyampaikan butir-butir rekomendasi penting kepada Pemerintah, yang disampaikan melalui pertemuan dan pemaparan resmi PII kepada Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabinet Kerja pada bulan lalu. Rekomendasi PII tersebut direspon dengan baik dan dijadikan acuan oleh Pemerintah dalam penentuan langkah strategis terkait upaya pengembangan sektor industri dan pembangunan infrastruktur nasional. 

Rekomendasi tersebut ditujukan untuk menciptakan pembangunan yang bernilai tambah dengan basis pengembangan iptek dan engineering; dengan lima butir utama yaitu:
1. Memperkuat penguasaan dan pengembangan teknologi,
2. Memprioritaskan peran EPC/kontraktor nasional dalam pembangunan proyek infrastruktur,
3. Memasyarakatkan pemakaian produk dalam negeri,
4. Meningkatkan daya saing dan nilai keekonomian proyek dengan penyediaan pendanaan; serta
5. Mendorong peran dan kompetensi Insinyur.

Segala upaya yang kini tengah dimulai akan menjadi kunci penting bagi kemajuan, kemandirian dan kebanggaan bangsa dimasa datang. Agar segala upaya tersebut dapat dilakukan secara tepat dan meraih hasil maksimal, dibutuhkan peran strategis serta kerja nyata PII dan para Insinyur Indonesia. 

Disinilah kita, sebagai anggota PII dan pelaku keinsinyuran di negeri ini, patut mencermati perkembangan yang tengah terjadi serta secara aktif mengambil peran dan berkontribusi dalam segenap upaya yang tengah dijalankan. inilah saat kita sebagai Insinyur diberikan tantangan yang sesungguhnya dalam upaya membantu membangun negeri; saat dimana kita bertindak dan menjadi garda terdepan dalam proses kemajuan bangsa. Ini saatnya kita memasuki ‘era Insinyur Indonesia’.

Salah satu amanah penting yang juga diemban PII adalah melakukan registrasi Insinyur Indonesia, dan menyesuaikan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PII dengan UU No 11/2014. Untuk kepentingan ini, Pengurus Pusat telah menugaskan tim kerja untuk membuat draft AD baru. Draft AD tersebut akan disampaikan dan agar bisa disahkan dalam KLB yang khusus diselenggarakan untuk kepentingan ini pada 23 Mei 2015 di Jakarta.

Rapimnas juga diharapkan dapat menghasilkan program kerja PII kedepan yang lebih komprehensif, mengingat besarnya tantangan bangsa ini. Selain itu, Rapimnas juga akan memutuskan usulan Pengurus Pusat PII untuk memberikan gelar Insinyur Profesional Kehormatan kepada Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. 

Masalah bangsa terentang luas saat ini, mulai dari ketertinggalan kita dalam penyediaan infrastruktur, ketertinggalan dalam pengembangan iptek, tingginya biaya logistik, rendahnya pertumbuhan sektor industri, tidak meratanya pertumbuhan dan sebaran penduduk, ketimpangan tingkat pendapatan, rendahnya tingkat pendapatan per kapita, tingginya ketergantungan pada produk asing, ancaman sekaligus peluang keterbukaan pasar khususnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), rendahnya tingkat pendidikan, tingginya tingkat pengangguran dan langkanya lapangan pekerjaan, kerusakan dan turunnya daya dukung lingkungan, ancaman middle income trap dan potensi bonus demografi, hingga masalah keuangan dan keamanan nasional.

KLB dan Rapimnas kali ini juga dirangkai dengan penyelenggaraan “The Indonesian Industrial Engineer Charity Golf Tournament 2015” pada tanggal 24 Mei 2015 di Bogor, Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Badan Kejuruan Teknik Industri PII (BKTI PII), Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Teknik Industri Indonesia (BKSTI) dan Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri (ISTMI).

Diharapkan, saat kita memperingati 70 tahun kemerdekaan bangsa tahun ini, PII dapat pula menghadirkan momentum bangkitnya para insinyur Indonesia dalam peran penting membantu mengatasi masalah bangsa; dan kita para insinyur, menjadi faktor penentu mengejar ketertinggalan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Atas izin-Nya, kita semua, Insinyur Indonesia, akan dapat menunjukkan peran strategis dalam setiap upaya pembangunan bangsa, bekerjasama lebih erat lagi dengan segenap komponen masyarakat, dan tetap saling mendukung demi tercapainya cita-cita luhur bangsa. Semoga rahmat dan bimbingan Tuhan YME senantiasa menyertai setiap langkah kita.

Selamat memasuki kegemilangan Era Insinyur Indonesia!
Wabilahittaufik walhidayah. Wasalamu‘alaikum warahmatullohi wabarakatuh.
Ir. Bobby Gafur Umar, MBA, IPM
Ketua Umum

SAMBUTAN DE
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Penguatan Peran dan Kompetensi Insinyur Indonesia sebagai tema strategis Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS), Kongres Luar Biasa (KLB) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Insinyur Indonesia ke 63 Tahun yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 22-23 Mei 2015. Tema strategis dan sentral ini ditetapkan sejalan dengan sosialisasi dan implementasi Undang-Undang keinsinyuran nomor 11 yang disahkan tanggal 22 Maret 2014, sehingga memberikan ekspektasi konkrit kepada seluruh pemangku kepentingan keinsinyuran di Indonesia.

Isu utama dalam RAPIMNAS2015 adalah Insinyur Indonesia sebagai poros dan pendukung utama program pembangunan infrastruktur nasional yang bernilai tambah sedangkan agenda tunggal KLB 2015 kali ini adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PII yang harus disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Keinsinyuran nomor 11 tahun 2014 sesuai pasal 53 UU tersebut yang dihadir seluruh lapisan pimpinan pusat, wilayah dan cabang serta Badan Kejuruan sesuai amanat Undang-Undang agar dapat memaknai dan menginterpretasikan secara seksama dan kontekstual sehingga tidak akan terjadi multi tafsir di antara internal pengurus dan anggota PII.

Penyelenggaraan RAPIMNAS saat ini dalam situasi bangsa yang kompleks baik secara internal maupun eksternal. Secara internal kita dihadapkan dengan tantangan rendahnya produktivitas, penguasaan dan pengembangan teknologi terbaru, kemampuasn inovasi serta perbaikan standard kerja dalam pelibatan PII oleh pemerintah dalam konteks pembangunan infrastruktur seluruh sektor sedangkan secara eksternal PII harus mempersiapkan insinyur-insinyur profesional yang berdaya saing untuk berhadapan dengan Insinyur asing.

Melihat situasi internal dan eksternal tersebut, maka PII akan dihadapkan dengan hambatan teknis, waktu dan biaya dalam menerapkan seluruh isi amanat Undang-Undang keinsinyuran secara komprehensif, namun kita semua para Insinyur Indonesia harus mampu mengatasi hambatan yang terjadi dan tetap konsisten memperjuangkan seluruh program yang berkaitan dengan UU keinsiyuran dan melakukan akselerasi persiapan insinyur profesional yang menjadi pelopor daya saing diantara profesi yang lainnya.

Dalam RAPIMNAS, KLB dan HUT 63 tahun kali ini yang mengundang 13 pimpinan wilayah dan 100 pimpinan cabang kami berikan atensi atas kedatangannya serta kami juga memberikan apresiasi kepada Pengurus Pusat, Panitia RAPIMNAS, KLB dan HUT 63 kemudian pihak-pihak yang telah membantu atas suksesnya penyelenggaraan acara ini. Selamat ber-RAPIMNAS, KLB dan HUT 63 tahun semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan inayah dan rahmat atas seluruh kegiatan RAPIMNAS yang kita lakukan serat menjadi amal ibadah untuk kita sekalian.

Salam Insinyur
Wassalam Wr. Wb,
Jakarta, Mei 2014

Pengantar

Undang Undang No. 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran sudah disyahkan pada 22 Maret 2014, tahun 2015 ini diharapkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar pelaksanaan Undang Undang Keinsinyuran sudah dikeluarkan oleh Pemerintah.

Persatuan Insinyur Indonesia yang ikut membidani kelahiran UU Keinsiyuran ini mendapat tugas yang cukup besar berdasarkan UU tersebut. Hal ini harus dilaksanakan secara bersama oleh segenap jajaran PII dari Pengurus Pusat, pengurus Badan Kejuruan, pengurus Wilayah sampai Pengurus Cabang bersama pemangku kepentingan keinsinyuran.

Tahun 2015 juga merupakan tahun persiapan terakhir bangsa Indonesia untuk menghadapi diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) dimana profesi keinsinyuran adalah salah satu profesi yang terpengaruh.

Prioritas pembangunan nasional dalam 5 tahun ke depan 2015-2019, adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai. Ada 12 sektor yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur pada periode tersebut yang bernilai lebih dari Rp. 5.500 triliun.

Karena alasan-alasan inilah dipilih tema “Kesiapan Insinyur dan Industri Nasional Menyambut Pembangunan Infrastruktur 2015-2019” yang sangat tepat dengan kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia. 

Tentang RAPIMNAS 2015
RAPIMNAS 2015 ini adalah salah satu instrumen organisasi PII untuk berkoordinasi dengan seluruh jajarannya dalam menyiapkan tatalaksana organisasi.

Salah satu perkembangan terbaru di dunia keinsiyuran adalah disahkannya UU no. 11 tahu 2014 tentang Keinsinyuran, dimana PII mendapat tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaannya. Tapi sebelum melangkah terlalu jauh, salah satu hal yang perlu dilaksanakan adalah sosialisasi isi UU tersebut terlebih dahulu, terutama kepada internal organisasi.

Oleh karena itu, Rapimnas kali ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk menerapkan dan melaksanakan praktek keinsinyuran yang baik di Indonesia yang mampu melindungi masyarakat dan juga memberikan jaminan ketenangan berprofesi bagi para pelaku kegiatan keinsinyuran.

Tentang Kongres Luar Biasa
Sesuai amanat Undang Undang Keinsinyuran Pasal 53, bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) PII harus disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Keinsinyuran dan mendapatkan persetujuan dari Menteri paling lambat 2 (dua) tahun terhitung sejak Undang-Undang Keinsinyuran diundangkan.

Dalam rangka memenuhi ketentuan tersebut PII telah membentuk tim penyusun AD ART yang disesuaikan dengan Undang-Undang Keinsinyuran. Tim telah menyusun draf AD ART dan telah melalui beberapa kali pembahasan antara Pengurus Pusat dengan pengurus Badan Kejuruan yang hasilnya telah disampaikan sebelum diselenggarakan Kongres Luar Biasa kepada pengurus Badan Kejuruan, pengurus Wilayah dan pengurus Cabang dengan harapan sudah dipelajari dan dicermati sehingga pada Kongres Luar Biasa ini pengesahan AD ART dapat berjalan dengan lancar.

Hari Ulang Tahun PII ke-63

PII didirikan di Bandung pada tanggal 23 Mei 1952 oleh dua orang tokoh yaitu Ir. Djuanda Kartawidjaja dan Dr.Ir.Rosseno Suryohadikoesoemo pada suatu pertemuan di Aula Barat Fakultas Teknik, Jl. Ganesha 10 Bandung, Universitas Indonesia (sekarang ITB).

Saat itu jumlah Ir. Indonesia kurang dari 75 orang dan umumnya bekerja di jawatan pemerintahan, siap menjawab harapan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno untuk membangun negara, melalui penguasaan dan penerapan teknologi, untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kini PII dengan 13 Badan Kejuruan (BK) tumbuh menunjang profesionalisme insinyur bersama berkembang- nya tantangan kesetaraan internasional. PII kini memiliki 95 Cabang, beranggota lebih dari 21.000 Insinyur telah menjadi salah satu organisasi profesi insinyur yang terbesar dan terlengkap.

Dengan khitahnya di bidang pendidikan, dimana selama rentang waktu ini PII telah ikut mendirikan berbagai perguruan tinggi teknik seperti penggagas berdirinya ITB (Institut Teknologi Bandung), kemudian ikut mendirikan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November-Surabaya) dan ITI (Institut Teknologi Indonesia) Serpong, PII kini tetap memfokuskan pada peningkatan kompetensi profesionalisme keinsinyuran.


Agenda Acara
JUM’AT, 22 MEI 2015
Pra Kongres Luar Biasa, Hotel SHANGRI-LA

08.00 – 08.30 : Registrasi Peserta
08.30 – 09.00 : Pembukaan
09.00 – 09.15 : Coffee Break
09.15 – 11.00 : Pengantar Perubahan AD-ART PII
11.00 – 14.00 : Sholat Jum’at & Istirahat Makan Siang
14.00 – 16.00 : Pertemuan Tim AD-ART PII dengan Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang dan Badan
Kejuruan, dengan agenda:
1. Paparan draft Anggaran Dasar oleh Tim AD ART
2. Paparan draft Anggaran Rumah Tangga oleh Tim AD ART
16.00 – 16.15 : Coffee Break
16.15 – 18.00 : Sidang Komisi
1. Komisi A
2. Komisi B
3. Komisi C
18.00 – 18.15 : Penutupan
19.00 – 21.00 : Sidang Dewan Insinyur
SABTU, 23 MEI 2015
RAPIMNAS, KLB & HUT PII, Hotel SHANGRI-LA

08.00 – 08.40 : Registrasi Peserta
08.45 – 08.50 : Pembukaan oleh MC
08.50 – 09.00 : Lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta
09.00 – 09.10 : Sambutan Ketua Panitia
09.10 – 09.20 : Sambutan Ketua Umum PII
09.20 – 09.35 : Sambutan Menteri Koordinator Kemaritiman
09.35 – 10.00 : Sambutan Presiden RI* dan Pembukaan Rapimnas dan Kongres Luar Biasa PII
10.00 – 10.15 : Penganugerahan Anggota Kehormatan PII kepada Ir. Joko Widodo
10.15 – 10.45 : Coffee Break
10.45 – 11.15 : Pelantikan Pengurus Badan Kejuruan, Wilayah dan Cabang PII
11.15 – 12.00 : Konsolidasi Badan Kejuruan, Wilayah dan Cabang PII dalam penyelenggaraan Sertifikasi
Insinsyur Profesional
12.00 – 13.30 : Perayaan Ulang Tahun PII (potong tumpeng) & Ishoma
Hiburan mengiringi makan siang
13.30 – 13.45 : Pemeriksaan Kredensial & Pengesahan Quorum
13.45 – 16.30 : Agenda Persidangan Kongres Luar Biasa
13.45 – 13.55 : a. Tata Tertib Persidangan
13.55 – 14.00 : b. Pemilihan Pimpinan Sidang
14.00 – 15.00 : c. Pemaparan draf AD ART
15.00 – 15.30 : d. Pemadangan Umum dan Tanggapan
15.30 – 16.00 : Coffee Break
16.00 – 16.30 : e. Pengesahan AD ART
16.30 – 16.45 : Penutup
*Dalam konfirmasi


Sesi Pertama – Pukul 09.30 – 11.30



Sesi Kedua – Pukul 13.00 – 16.00



Sesi Ketiga – Pukul 16.00 – 18.00

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Badan Kejuruan Mesin 1976 -2016 | Design by Dewa Yuniardi | Published by Borneo Templates | Powered by Persatuan Insinyur Indonesia.