News Update :

Sidang Majelis Penilai Mesin: Best Practice Exchange Forum antar Insinyur Profesional

Badan Kejuruan Mesin PII (BKM-PII) di awal 2010 telah berhasil meluluskan 7 orang Insinyur Profesional Utama (IPU) melalui tahap evaluasi/penilaian terhadap formulir aplikasi insinyur professional (FAIP). Ke tujuh anggota dimaksud adalah : Ir. Pandri Prabono, MBA, IPU., Ir. Dick Arnan, IPU., Prof. Dr. Harijono Djojodihardjo, IPU., Ir. Kusnan Nurnadi, IPU., Ir. Nanang Soesetyo Soetadji, MT, IPU dan Ir. Landjono Josowidagdo, MSc, SIE, IPU.

Sebagaimana  tahapan penilaian yang dilakukan oleh Majelis Penilai ada dua cara terakhir yang dilakukan yakni wawancara langsung dihadapan Sidang Majelis Penilai dan Presentasi Keahlian/Pengalaman yang pernah dilakukan selama karir di dunia keinsinyuran.

Pada tanggal 22 Januari 2010 bertempat di Sekretariat PII Jakarta, Majelis Penilai Insinyur Profesional Mesin menyelenggarakan presentasi keahlian yg disampaikan oleh tiga orang Insinyur Profesional yaitu ; Ir. Kusnan Nuryadi, IPU dengan topik : “Reverse Engineering pada Produk Manufaktur”., dan Ir. Nanang S Soetadji, IPU dengan topik : “Proyek Sarana Distribusi Pupuk Nasional”., serta Ir. Landjono Josowidagdo, IPU dengan topik : “Pengelolaan Inovasi Dalam Manajemen Teknologi”.

Ir. Kusnan Nuryadi, IPU di dalam presentasinya menyampaikan bagaimana beliau melakukan alih teknologi (reverse engineering) secara umum yang dilakukan dengan cara :

1.       Membeli lisensi : Contoh dalam peralatan oil & gas dengan pertimbangan keselamatan dan kepercayaan user lebih baik dilakukan. Contoh lain pada mesin-mesin proses yang perlu mendapat perhatian khusus.
2.       Technical Cooperation : Adalah kerjasama teknik bisa berjalan baik dan cepat apabila ada hubungan emosional sebelumnya antara kita dengan principal. Jika tidak akan memerlukan waktu yg lama.
3.       Menjadi Sub Kontraktor : Biasanya principal telah mendapatkan informasi dahulu tentang kita, dan principal akan mengaudit perusahaan yg akan jadi sub kontraktor dari berbagai aspek yang mereka tentukan.
4.       Mencontoh dari produk yang sudah ada (reverse engineering) : yaitu mencontoh peralatan yang sudah ada yang berjalan baik (proven product) sebagai bench marking.

Beberapa Pengalaman dalam Reverse Engineering :

1). Reverse engineering pada Asphalt Mixing Plant (AMP)
Asphalt Mixing Plant (AMP) adalah mesin pengolah untuk menghasilkan Hotmix yang dipakai untuk pelapisan jalan raya. Karena mesin ini besar dan terdiri beberapa komponen maka dikategorikan sebagai plant.

Bahan bakunya adalah Aggregate (batu pecah), Filler (bisa cement atau lime dust ) dan Asphalt. Aggregate terdiri 3 fraksi dan dipanaskan sampai sekitar 180 ºC dicampur dengan Filler dan Asphalt yang sudah dicairkan dengan komposisi campuran tertentu yang disebut  Mixing design.

Pada era tahun 1980-an harga AMP kalau current value besarnya 10 kali sekarang. Karena AMP diimport dari Amerika, Eropa atau dari Jepang, jelas added value-nya sangat tinggi, jadi sangat patut untuk dibuat sendiri. Demikian juga dari segi dimensi sangat bulky dan bukan produk massal, sehingga kalau dibuat dalam negeri pasti kompetitif.

Langkah Langkah koronologis dalam Reverse Engineering AMP
Melakukan reverse engineering harus ada benchmarking-nya, yang kami acu adalah merk Tanaka, Niigata dari Jepang dan Linhoff dari Jerman.

Saat tingkat terakhir kuliah saya telah bekerja di perusahaan Joint-venture Jepang, perusahaan tsb. adalah agen penjualan AMP dan alat-alat berat, sehingga banyak informasi teknik yang dapat dikumpulkan.  Selang beberapa tahun kerja di perusahaan kontraktor jalan, pengetahuan tentang penggunaan AMP makin dalam.

Di awal tahun 1980-an saya bergabung dengan kawan-kawan mendirikan Bukaka Teknik Utama, dimana core business-nya adalah berkaitan dengan infrastruktur. Di awal berdiri kami ikut tender pengadaan peralatan untuk Binamarga.

AMP saat itu merupakan produk import jadi Binamarga belum mudah percaya bahwa kami sanggup membuat. Dikarenakan kami pemenang tender, maka kami diminta mengadakan beberapa kali seminar di instansi PU dan Keuangan. Inilah upaya-upaya keras meyakinkan pemerintah bahwa kami bisa membuat AMP.

Bersamaan dengan seminar-seminar kami menyiapkan gambar-gambar mulai dari Basic design, General arrangement, Assembly drawing, Sub assembly dan Shop drawing. Demikian juga gambar-gambar Electrical dan Control system.

Mencari informasi sumber-sumber komponen pada era  itu masih sulit, kami bermodalkan hanya yellow page dari Singapore dan Jepang.

Sesudah pengalaman supply ke Binamarga mulailah mendapat kepercayaan dari kontraktor-kontraktor swasta membeli produk kami.

Langkah selanjutnya adalah memperbaiki mutu produk terutama dengan kaitan craftmanship. Untuk keperluan pasar dikembangkan  variant dengan berbagai kapasitas.

Pengalaman Penting dari Pembuatan AMP
Hal yang umum supaya kita dapat bersaing tentu bagaimana caranya supaya produk kita murah, performance sesuai spesifikasi, kualitas baik berkaitan dengan life time, penampilan, craftmanship, delivery yang cepat dan aftersales service yang baik sehingga memuaskan pemakai.

Pengalaman pertama adalah bersaing dengan buatan Jepang, tentu mudah karena harga mereka mahal. Pesaing kedua adalah Taiwan dan Korea, awalnya bersaing berat tetapi semakin lama bisa bersaing karena produk mereka pun menjadi semakin mahal. Pesaing yang sulit sekarang adalah dengan China, maka kami mengambil jurus delivery dan instalasi yang cepat aftersales service yang responsif, insya Allah dapat bersaing.
Perbaikan performance fokus pada efisiensi bahan bakar, yang tadinya 12 ~14 Liter/ton produk sekarang 7~10 Liter/ton. Pengembangan varian produk dari AMP yang dilakukan di perusahaan sendiri (PT Melu Bangun Wiweka /MBW)

2). Reverse engineering pada Pompa Angguk (Donkey Pump)
Pumping unit atau pompa angguk (Donkey Pump) adalah produk peralatan oil and gas.
Peralatan ini adalah peralatan mekanis bukan proses, sehingga memungkinkan untuk diadakan reverse engineering.

Karena pemakai adalah oil company, dimana mereka sangat terbiasa ketat dalam mengikuti aturan, maka pembuatan peralatan tersebut kami lakukan dengan cara membeli lisensi dari perusahaan bernama “Oilwell”, dari Amerika. Perusahaan tersebut sesungguhnya hampir bangkrut, sehingga kami mendapat persyaratan dan harga yang masuk akal untuk memperoleh lisensi tersebut. 

Kami membeli lisensi hanya untuk satu tipe produk, selanjutnya kami kembangkan sendiri untuk berbagai tipe selanjutnya. Langkah pertama yang kami lakukan adalah dengan mengajukan sertifikasi API.
Di dalam API itu sendiri sudah terangkum dimensi-dimensi pokok dari pumping unit, dan aspek teknik hitungannya, selain itu juga terangkum aspek Quality-plan

Pengalaman Penting dari Pumping Unit
1.       Greasing System: Kita harus mempertimbangkan peletakan bearing housing & shaft dengan tepat. Regreasing harus mudah.
2.       Alat proteksi : Dilapangan ternyata oli pelumas gearbox sering dicuri orang, dengan demikian harus ditambah alat diteksi.
3.       Penggantian gear dalam gearbox tidak bisa individual, harus satu set bahkan dengan gearbox yang lengkap lebih ekonomis.
4.       Pemilihan komponen yang tahan karat dan kelembaban tinggi.
5.       Value engineering harus hati-hati, contoh penggantian gear type heringbone dengan double helix gear ternyata berdampak pada aspek marketing.
 
3). Reverse Engineering pada Garbarata (Airport Boarding Bridge)
Airport boarding bridge atau Garbarata adalah telescopic tunnel sebagai jembatan antara terminal dengan pesawat terbang, biasa disingkat PBB (Passanger Boarding Bridge).
Kami mendapat kesempatan mengikuti tender pengadaan PBB untuk Cengkareng Terminal-2. Usaha yang paling berat pada proyek ini adalah meyakinkan port authority (Direktorat Perhubungan Udara) bahwa kami sanggup dan mampu membuat garbarata tsb. karena dalam dokumen tender ada syarat punya pengalaman dan 10 tahun masih operasi dengan baik.

Langkah Langkah dan kronologis dalam reverse engineering pada Garbarata
Mencari produsen PBB di USA, karena yang existing di Cengkareng adalah merk Sin Meiwa dari Jepang yang merupakan kompetitor tender, dan akhirnya kami menemukan merk Jetway dari Salt Lake City USA. Dengan demikian kami bisa kerja sama mengisi tender document dan mendapat penawaran harga dari mereka. Karena kebijakan pengajuan harga ada pada kami, sewaktu pengajuan harga justru kami kurangi dari harga mereka dengan harapan untuk memenangkan tender.

Saat kami menang tender, perusahaan Jetway ganti pemilik dan orang yang menangani kami tidak disukai oleh pemilik baru, sehingga mereka keluar. Akibatnya kami mengalami kesulitan dan lalu berfikir untuk merancang dan membuat PBB sendiri.

Mempelajari PBB yang ada, cara kerjanya, dimensi-dimensi pokok, interface pada terminal dan docking pada pesawat, selain pengamatan fisik juga kami mempelajari operation manual, parts catalogue.
Mencari informasi airtport yang terbaru yang menggunakan PBB Jetway, ternyata Dong Muang Bangkok  memakai merk Jetway tsb. Kami berkunjung kesana mencari informasi2 tentang aspek teknis dari airport authority dan sub-kontraktor  yang ada di Bangkok.

Mulailah merancang, membuat sub-sub assembly, membuat prototype, membuat mock-up pesawat, test gerakan dan test load. Kami mengundang pejabat-pejabat yang berwenang untuk menyaksikan, & alhamdulillah menteri perhubungan berkenan hadir bahkan presiden pun  pada event lain berkenan menyaksikan, inilah awal yang meneguhkan hati kami. Kami menghubungi orang Amerika ex pegawai Jetway untuk  jadi advisor, mereka bersedia membantu. Karena sudah punya prototype dan dukungan orang ex Jetway, saat negosiasi kontrak kami akhirnya dapat  berkerjasama baik dengan Direktorat Perhubungan Udara.

Setelah sukses di Cengkareng, kami memenangkan tender di Singapore Terminal-2, New airport Hongkong, Kuala Lumpur, selanjutnya airport di China, Kanzai Airport Osaka  dan airtport-airport kecil di Jepang dan sekarang di kota-kota besar di India.

Pengalaman Penting dari Reverse Engineering pada Passanger Boarding Bridge
1.       Harus mengetahui jenis-jenis pesawat untuk merancang docking system  PBB dan merevisi airport planning untuk didiskusikan dengan konsultan proyek dan owner.
2.       Harus mengetahui syarat-syarat yang ditentukan pembuat pesawat, komponen-komponen atau peralatan yang ada sekitar pintu yang kemungkinan terganggu.
3.       Banyak informasi-informasi diperoleh dari vendor  tentang komponen-komponen yang cocok dipakai dan komponen-komponen yang dipakai kompetitor.
4.       Penggunaan motor AC sebagai motor traksi. Pada saat kami buat PBB, perkembangan teknologi Frequency Inverter  sudah dapat mengontrol motor AC yang mempunyai starting torque cukup kuat. Sementara kompetitor kami masih menggunakan motor DC.
5.       Customer satisfaction : Sukses marketing bukan karena harga murah saja tetapi sejak awal rancangan harus membuat customer senang (contoh masuk pasar Jepang).
6.       Selain fungsi dan performance yang baik juga craftmanship yang harus rapih dan harus artistik, sekarang sudah berkembang  PBB dengan dinding kaca. Untuk kawasan asia kami yang pertama mendesain dengan dinding kaca dan pertama kali dipakai di Kuala Lumpur.
7.       Untuk menambah kepercayaan customer, kami mengadakan perbaikan quality management dengan cara menerapkan sertifikasi ISO 9001.
 ***
Ir. Nanang S Sutadji, IPU dalam paparannya yang berjudul ; ”Proyek Sarana Distribusi Pupuk Nasional”, menjelaskan bagaimana pengalaman beliau dalam membuat proyek sarana distribusi pupuk di PT. PUSRI pada tahun 1974 - 1976.
 
Semula PT. Pusri I berproduksi 100.000 ton/tahun, dan PT. Pusri II berkapasitas 380.000 ton/tahun. Dengan kapasitas total 480.000 ton/tahun, dinilai masih kurang. Dengan memproduksi 5 kali lipat diperlukan sistem pengangkut yang handal. Dengan peningkatan produksi Pusri III dengan kapasitas 575.000 ton/tahun maka produksi keseluruhan PT Pusri adalah 1.055.000 ton/tahun.

Untuk mengantisipasi peningkatan produksi tsb perlu dibangun suatu sistem yang terdiri dari unit pengisian pupuk curah di Palembang, armada kapal-kapal, unit-unit penerima dan pengantongan pupuk di Tanjung Perak, Surabaya, Cilacap, Tanjung Priok, Belawan, Teluk Bayur, dan Makassar. Selain itu perlu dibangun sistem pergudangan di 57 kota kabupaten di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Bali, serta sistem pengangkutan kereta api yang dinamakan block train di Jawa. Untuk mewujudkan proyek ini total dana yang disetujui adalah USD 136.000.000,
-
Putusan keinsinyur yang dilakukan adalah :
1.       Memutuskan cara-cara manajemen proyek yang luas dalam lingkup & intensitasnya secara efektif dan efisien agar selesai tepat waktu sesuai budget.
2.       Memutuskan prosedur kualifikasi dan tender yang fair untuk pembangunan 57 gudang-gudang pupuk di Jjawa, Sumatera, Sulawesi dan Bali, oleh kontraktor daerah.
3.       Mumutuskan tingkat design mekanisme UPP-UPP yang tepat guna di pelabuhan-pelabuhan agar cukup labor intensive.
4.       Memutuskan pemilihan design mechanical unloader kapal yang cukup sederhana dan reliable.
***
Sementara itu Ir. Landjono Josowidagdo, IPU dalam paparannya menjelaskan bagaimana perspektif konsep inovasi meliputi resources, process, dan added value, dalam tulisan yang berjudul ; ”Pengelolaan Inovasi Dalam Manajemen Teknologi”.

Beliau menjelaskan bahwa pada lingkungan sekarang dan kondisi ekonomi yang berubah sebagai strategi inovasi usaha. Permintaan teknologi yang kompetitif dipahami sebagai identifikasi kekuatan/kelemahan terhadap pesaing. Untuk itu subyek inovasi perlu pengetahuan strategi persaingan teknologi, dan memperhatikan siklus hidup teknologi semua aspek komponen pendukung.

Inovasi umumnya bertujuan komersial menyangkut proses, teknik, dan metodologi. Termasuk dalam inovasi adalah discovery (dari yg tidak ada) dan creativity (proses tambah). Jenis inovasi antara lain ; incremental, adoption, refinement, radical, totally new product, architectural, reconfiguration, new additional system/component.

Inovasi berbasis teknologi adalah menyempurnakan produk, mengelola criteria persyaratan desain mencakup kapasitas dan kompetesi mutu, dan mengevaluasi pilihan domain pasar, termasuk review riset.

Perspektif konsep inovasi meliputi resources, processes, dan added value. Resources mencakup SDM, peralatan, informasi, dana, distribusi, kostumer, brand-image. Processes dari pola interaksi, koordinasi, komunikasi, penngambilan keputusan, pengembangan produk, manufacturing, sehingga biaya, serta added value pada korporasi, organisasi, evolusi dan standar sertifikasi.

Pengembangan Inovasi

Satge-1: Menemukan ide baru dengan melihat prospek pasar. Sebetulnya tidak sepenuhnya baru karena ada "cikal bakalnya". Stage-2 : Pengembangan konsep rekayasa berupaya melihat kemungkinan siinergi yang ada. Stage-3: Verifikasi dari teori/disain, cari referensi. Stake-4: Pengembangan disain, pembuatan prospektif prototipe. Stage-5: Evaluasi konsep alternatif dan uji. Kembali ke penguatan nilai dasar. Stage-6: Studi penetrasi pasar sebagai strategi peluncuran produksi. Prastudi mencari celah pasar aman.
Contoh kasus adalah pengembangan engine alumunium paduan oleh BPPT, dana dari KNRT-RI 2002-2009. Goal konseptualnya engine 500cc RUSNAS yang teknologinya industial stage dan real expected production. Komponen pendukung on going availability dengan basis pasar, dan synergical support-nya avaibility on the long run.

Perspektif Pengembangan Kemampuan Teknologi
1. Mutu produk harus tinggi relatif terhadap harga
2. pemanfaatan produk mampu multi guna
3. Efektifitas operasi yang tinggi
4. intensitas investasi yang rendah
5. Biaya produk langsung rendah relatih terhadap pesaing (kenyataannya sulit dicapai).

Peramalan Penerapan Teknologi Ke depan
Dinamika lingkungan : Global, regional, nasional dan dinamika penerapan ; isu kekuatan, kelemahan, dan tantangan untuk melakukan positioning pada pasar yang sudah dibanjiri produk lain dari Cina, India, Taiwan.

Kendala alih teknologi: Adanya keterbatasan pasar komponen penunjang. Beberapa komponen seperti Crankshaft, Camshaft, joint-transmision tidak ada di pasar. Ini bagus karena berarti kita harus buat sendiri. Dukungan proses seperti casting, machining, assembling, juga terbatas.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Badan Kejuruan Mesin 1976 -2016 | Design by Dewa Yuniardi | Published by Borneo Templates | Powered by Persatuan Insinyur Indonesia.