News Update :

Pelatihan Process Piping Design ASME B31.3

Pelatihan selama 4 hari tentang Perancangan Sistem Perpipaan untuk Industri Proses (Process Piping ASME B31.3) yang diselenggarakan oleh BKM-PII telah terlaksana dengan baik pada tanggal 22-25 Juni 2010 di  Hotel Bumikarsa, komplek Bidakara, Jakarta.

Pelatihan ini diikuti 26 peserta dari berbagai perusahaan oil & gas, kontrator, dan industri petrokimia antara lain PT. Wijaya Karya, PT. Rekayasa Industri, PT. Waskita Karya, PT. Tri Polyta Indonesia, PT. PUSRI, PT. Petrokimia Gresik, PT. Pupuk Kujang, PT. Conoco Phillips Ind, PT. Kodeco Energy, PT. Meindo Elang Indah, PT. Triparta, PT. Apexindo Pratama Duta, PT. Krakatau Engineering, PT. INCO, PT. Meta Epsi Engineering, dan PT. Bina Bangun Wibawa Mukti.

Pelatihan selama 4 hari ini menyajikan bagaimana penerapan yang benar dan yang salah dari B31.3 code melalui berbagai contoh kasus yang pernah ada yang disampaikan oleh Prof. Ir. Satryo Soemantri B, PhD selaku Instruktur. Pelatihan  ini menjelaskan mengenai tujuan utama adanya code tersebut. Pelatihan juga menjelaskan dan memberikan pengertian kepada peserta bagaimana system perpipaan gagal dan bagaimana cara pencegahan kegagalan tersebut berdasarkan B31.3 code.

Materi pelatihan process piping design ASME B31.3 yang diberikan terdiri dari antara lain mulai dari ; ruang lingkup, design, material, standar for piping component, fabrication, assembly and erection, inspection, examination and testing, nonmetallic piping and piping lined with nonmetals, piping for category “m” fuild service, dan high pressure piping.

Pelatihan process piping  ASME B31.3 ditutup oleh Ketua Umum BKM, Dr. Ir. Budhi M Suyitno, IPM. Dalam sambutan penutupan ketua Umum BKM menyempaikan bahwa “sistem pemipaan pada prinsipnya adalah sama dengan sistem transportasi/perhubungan. Intinya, pemipaan dan transportasi apapun  itu adalah alat atau sarana  lalulintas, semuanya harus memenuhi standar untuk keselamatan dan keamanan”.  “Apabila standar nasional Indonesia (SNI) belum mengatur untuk persyaratan standar di bidang tertentu misalnya di oil & gas, kita wajib merujuk kepada standar yang berlaku secara internasional, demi terjaganya mutu pruduk dan keselamatan pemakainya.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Badan Kejuruan Mesin 1976 -2016 | Design by Dewa Yuniardi | Published by Borneo Templates | Powered by Persatuan Insinyur Indonesia.