News Update :

Kongres XIX PII 2012, Sukses Bahas Berbagai Agenda

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menjelang akhir 2012 ini kembali menyelenggarakan agenda utama organisasi, yang merupakan agenda terpenting dalam kegiatan organisasi yaitu suksesi kepemimpinan dan laporan pertanggungjawaban kepengurusan setiap 3 tahun sekali yaitu Kongres XIX PII, yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 November 2012 di hotel Sultan, Jakarta.

Berbagai permasalahan dibahas dalam Kongres XIX, mulai dari masalah pangan, energi, insfrastruktur, transportasi, dan kawasan terpadu yang dibuka Wakil Presiden Boediono, mengangkat tema "Memperkuat Industri Berbasis Nilai Tambah dan Infrastruktur Pendukungnya untuk Mempercepat Pembangunan Berkelanjutan".

Dalam sambutannya, Boediono berpesan agar organisasi profesi ini mampu memberikan masukan kepada pemerintah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan mendasar yang masih dihadapi Indonesia, seperti ketersediaan air bersih, pangan, energi dan masalah transportasi.
 

 "Pemerintah mengharapkan dan menghargai masukan dari PII untuk menyempurnakan rencana-rencana Pemerintah yang ada mengenai masalah-masalah mendasar itu," kata Boediono.

Boediono kemudian  mengutip sebuah ungkapan yang menggarisbawahi peran profesi insinyur.  Ungkapan itu berbunyi: "Scientists investigate that which already is.  Engineers create that which has never been".

Menurut Wapres, sanjungan itu bukan sekedar datang dari orang biasa tetapi dari seorang luar biasa, seorang genius, yaitu Albert Einstein. "Ada dua sisi dari ungkapan itu. Pertama, peran istimewa dari para insinyur dan kedua, kerendahan hati seorang scientist genius, yang perlu kita tauladani," katanya.

Sebelum sambutan Wakil Presiden, Kongres XIX PII diawali dengan sambutan Ketu Umum PII, Dr. M Said Didu.
Dalam sambutannya Said Didu menyampaikan 5 agenda utama usulan/rekomendasi ke pemerintah yang disampaikan langsung dihadapan wakil presiden RI, yaitu ; (1) menata ulang strategi pembangunan nasional. (2) menyempurnakan indikator pembangunan nasional, (3) memantapkan kebijakan jangka panjang  di bidang infrastruktur, energi, pangan dan air. (4) meningkatkan jumlah dan kualitas SDM iptek dan perpecepatan penguasaan teknologi. (5) menyelesaikan perangkat hukum profesi insinyur yakni UU Keinsinyuran.

Berbagai agenda lain yang dilaksanakan setelah pembukaan digelar dua sessi seminar nasional yang membahas kesiapan industri pendukung dan infrastruktur agar kita bisa membangun Indonesia dengan sumber daya manusia nasional dan teknologi yang dimiliki.

Dalam seminar yang digelar, panitia Kongres PII 2012 menghadirkan sejumlah nara sumber, antara lain Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Dirut Jababeka Setyono Djuandi Darmono, Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, dan Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto, dan Wakil Meteri ESDM Rudi Rubiandini.

Pada sore hari, rangkaian kegiatanKongresXIX PII diisi dengan  Laporan Pertanggung jawaban Pengurus Pusat PII periode 2009-2012, serta malam harinya adalah Malam Penganugerahan PII Award 2012.

Pada keesokan hari 27 November 2012,  rangkaian Kongres XIX PII dilanjutkan dengan berbagai sidang yaitu; Penyusunan Garis Besar Rencana Strategis PII, Penyempurnaan AD/ART PII, Sidang Majelis Kehormatan PII, Sidang Dewan Insinyur ,dan  Temu Nasional Forum Anggota Muda (TENAS FAM), yang dilaksanakan secara parallel. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang paripurna yang membahas dan memutuskan hasil-hasil sidang komisi, serta pemilihan wakil ketua umum yang baru dan pengangkatan Ketua Umum PII yang baru. 

Pada sessi pemilihan, terpilih sebagai Ketua Umum ada Wakil Ketua Umum PII masa bakti 2012 – 2015 adalah : Ketua Umum : Ir. Bobby Gafur Umar, MBA (yang sebelumnya sebagai wakil ketua umum), dan terpilih sebagai wakil ketua umum PII, Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU.

Setelah kongres berakhir, Rabu (28/11/2012), peserta mengikuti kegiatan tur teknik, yang akan meninjau proyek-proyek di seputar Jakarta yang berkaitan dengan transportasi, air, energi, dan kawasan industri. "Kita ingin melihat contoh proyek yang dikerjakan di Jakarta hingga Cikarang. (yesso)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Badan Kejuruan Mesin 1976 -2016 | Design by Dewa Yuniardi | Published by Borneo Templates | Powered by Persatuan Insinyur Indonesia.